Siapa yang tak kenal dengan Raja Keraton Jogjakarta sekaligus Gubernur
Daerah Istimewa Jogjakarta? Mungkin hampir semua orang kenal. Namun,
banyak hal yang tidak diketahui banyak orang tentang Raja satu ini.
Berikut ini adalah empat fakta tentang Sri Sultan HB X yang mungkin
belum banyak orang tahu.
Nama Asli
Sri Sultan Hamengku Buwono X bukanlah nama aslinya, itu adalah gelar
bagi Raja Kesultanan Ngayogyokarta. Nama aslinya adalah Bendara Raden
Mas Herjuno Darpito. Ketika dewasa ia diberi gelar KGPH Mangkubumi dan
setelah diangkat sebagai putra mahkota diberi gelar KGPAA Hamengku
Negara Sudibyo Rajaputra Nalendra ing Mataram. Barulah setelah ia
menjadi raja diberi gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Kuliah 17 Tahun
Kalau Sri Sultan HB X kuliah pada masa sekarang sudah pasti di DO dari
kampusnya. Beruntung dimasa ia kuliah belum ada aturan 7 tahun DO.
Sultan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UGM pada tahun 1965 dan
baru merampungkan studinya pada tahun 1982. Meski begitu, bukan berarti
Sultan bodoh, ia lama kuliah karena harus mendampingi ayahnya di
Jakarta yang pada waktu itu menjadi wakil presiden.Barulah setelah ayah
lepas dari jabatan wakil presiden, ia kembali ke Jogja untuk
menyelesaikan studinya.
Gubernur Tanpa Wakil
Setelah Sri Paduka Paku Alam VIII yang pada waktu itu menjadi Gubernur
DIJ meninggal dunia, Sri Sultan HB X ditetapkan sebagai Gubernur pada
tahun 1998-2003. Saat itu ia menjadi Gubernur tanpa ada Wakil Gubernur.
Barulah pada periode 2003-2008 ia didampingi Sri Paduka Paku Alam IX
sebagai Wakil Gubernur.
Rokok Kraton Dalem
Untuk selera rokok, Sultan memiliki merek rokok sendiri yang selalu
menjadi idolanya yaitu Kraton Dalem. Rokok tersebut merupakan produk
dari perusahaan rokok yang diprakasai oleh anak Sultan sendiri. Tak
tanggung-tanggung, rokok yang diluncurkan pada tahun 2003 ini
menggandeng PT Sampoerna Tbk sebagai konsultan dan partner.
